Upacara Adat Mbah Bergas yang ada di Ngino

July 7, 2015 at 8:48 am Leave a comment

Tiap wilayah di Jogja memiliki tradisi unik yang mampu mengundang para wisatawan untuk datang dalam setiap perhelatan. Salah satu agenda tahunan yang banyak dinanti adalah Upacara Adat Mbah Bergas yang ada di Ngino, Desa Margoagung, Kecamatan Seyegan, Sleman.

 

Kegiatan ini intinya sama seperti yang lain. Sebagai ungkapan atas rasa syukur untuk nikmat dan kelimpahan rizki yang diberikan Tuhan pasca panen. Bersih desa menjadi agenda wajib yang tak boleh terlewatkan. Selain itu banyak prosesi yang dinanti oleh masyarakat sekitar.

Berbagai ajaran tentang kehidupan diajarkan oleh Mbah Bergas. Mulai dari sikap gotong royong, saling menghormati dan menghargai, sikap rendah hati, dan lain-lain.

Upacara ini telah ada sejak jaman dulu dimana kala itu Mbah Bergas masih hidupdi era Majapahit, hanya saja pada waktu itu bentuknya masih sederhana. Alasannya cukup logis dimana Mbah Bergas adalah salah satu prajurit yang menyelamatkan diri mana kala kerajaan itu kalah dalam sebuah peperangan.

Dan selanjutnya, Mbah Bergas memilih melakukan syiar agama Islam di Ngino dan sekitarnya. Jadi selain nama Sunan Kalijaga ternyata ada nama lain yang turut melakukan dakwah di wilayah yang masuk Kecamatan Seyegan ini.

Uniknya bila upacara adat lain diselenggarakan berdasar penanggalana Jawa murni tapi untuk yang satu ini sudah ada kolaborasi atau bisa dibilang percampuran. Hal ini karena puncak acara digelar pada bulan Mei yang tak lain penanggalan nasional.

Tapi waktu persis menggunakan penanggalan Jawa karena di lakukan pada hari Jumat Kliwon. Jadi secara gamblang dapat dikatakan upacara tahunan ini akan dilaksanakan pada bulan Mei Jumat Kliwon.

Seiring berjalannya waktu, kegiatan ini telah dikelola dengan baik. Bukan hanya oleh masyarakat sekitar saja tapi telah melibatkan pemerintah daerah setempat. Jadi segala sesuatunya telah terkonsep dengan matang.

Peserta yang dilibatkan bukan lagi hanya masyarakat sekitar. Tapi berasal dari berbagai elemen yang ada. Tentu saja hal itu akan membuat kegiatan ini lebih meriah. Bukan hanya sebatas upacara adat saja tapi telah menjadi sarana hiburan dan silahturahmi pihak-pihak terkait.

Berbagai kesenian dan budaya ditampilkan seperti pentas seni Jathilan dan Wayang Kulit. Dua kesenian lokal yang kini masih marak dan banyak di cari ini akan selalu dijubeli penonton.

Untuk kesenian jathilan biasanya melibatkan warga sekitar Ngino dan tentu saja para pelaku seni yang tertarik melestarikan kebudayaan dan seni tradisional.

Ada juga arak-arakan atau festival yang mana sesepuh desa akan mengambil air yang dianggap suci dari Sendang Planangan. Letaknya tak terlalu jauh dari lokasi puncak acara jadi bila datang terlambat bisa jadi akan kesulitan melihat lebih dekat berbagai prosesi yang ada.

Kegiatan seni yang tak kalah menarik adalah tembang karawitan, macapat dan cokekan. Tidak saja hanya satu jam atau dua jam tapi sampai pagi.

Puncak acara dimulai pada Jumat Kliwon, sejak pagi Dusun Ngino akan dijupeli oleh para wisatawan. Tiga gunungan telah disiapkan untuk nantinya akan diperebutkan oleh seluruh warga yang datang.

Gunungan pertama terbuat dari hasil pertanian berupa padi. Disebut gunungan karena padi atau dalam bahasa Jawa disebut pari ini dibuat menyerupai gunung. Selanjutnya gunungan kedua disebut wulu telu. Bahan yang digunakan untuk membuat gunungan adalah hasil palawija dan buah-buahan.

Terakhir gunungan ketiga berupa nasi tumpeng dengan ingkung ayam. Selain itu ditambahkan pula aneka jenis bunga, daun sirih dan air suci yang telah diambil dari Sendang Planangan.

Kirab budaya ini juga disertai dengan arak-arakan mulai dari Balai Desa Margoagung hingga Dusun Ngino. Jarak yang ditempuh sekitar 2 kilometer dan membuat kaki cukup pegal bila tak biasa berjalan.

Arak-arakan ini tak beda dengan karnaval budaya pada umumnya. Seluruh peserta mengenakan pakaian tradisional sehingga akan terlihat mencolok di tengah kerumunan.

Puncak acara adalah pembagian hasil bumi yang diperebutkan oleh semua orang yang hadir setelah doa bersama. Sangat meriah tentunya terlebih disini semua pihak bisa ikut berperan serta. Konon benda-benda yang diperebutkan ini bisa sebagai tolak bala.

Tempat ini diyakini oleh warga sebagai tempat peristirahatan terakhir dari sang wali Simbah Bergas. Simbah Bergas sendiri diyakini oleh warga Ngino sebagai sosok kyai yang merupakan cikal bakal Dusun Ngino dan juga sebagai Pembawa masuk agama Islam di daerah Ngino dan sekitarnya.
Tempat ini sering dijadikan tempat wisata zairah bagi para penduduk sekitar maupun dari luar daerah Ngino.

Sendang atau sumber mata air ini tidak jauh beda dengan sendang-sendang yang lain, bahkan sendang planangan ini terlihat lebih kecil.
Namun sendang ini adalah salah satu sendang yang ada di Dusun Ngino, dimana sendang ini juga merupakan salah satu sendang yang dikeramatkan.
Sendang Planangan sendiri terdiri dari 2 sendang yang bersebelahan, dimana dengan kuasa Yang Maha Esa senang ini berbeda antara sendang kanan dan kiri. Sendang kiri airnya jauh lebih jernih dibanding sendang yang kanan, padahal kedua sendang ini hanya dipisahkan dengan pembatas seadanya.
Sendang ini juga masih digunakan sebagian warga sebagai tempat untuk mandi dan juga untuk keperluan masak-memasak. Pada Upacara Adat Simbah Bergas, sendang ini marupakan asal dari air suci yang nantinya untuk piranti upacara.

Ini adalah salah satu petilasan yang diyakini sebagai tinggalan dari Simbah Bergas, Pohon Beringin, menandakan kemakmuran dan juga kerukunan warga Dusun Ngino.
Pohon yang ada di foto ini merupakan generasi ke III setelah terakhir sekitar tahun 1997 pohon yang menjulang tinggi di tengah-tengah kampung ini mengalami kebakaran hebat yang menghabiskan sampai ke akar-akarnya.
Tempat ini juga sampai sekarang masih digunakan sebagai tempat ritual oleh beberapa warga yang menjalankan keyakinan terhadap nenek moyang. Setiap malam selasa kliwon dan jumat kliwon tempat ini rame dikunjungi orang yang hendak zairah dan bermeditasi mendekatkan diri dengan alam.
Selain itu, warga Ngino khususnya masih meyakini tempat ini sebagai tempat yang keramat, sehingga setiap ada upacara pernikahan yang mana mempelai berasal dari wilayah Ngino dan sekitarnya selalu melaksanakan upacara adat ditempat ini dengan melakukan kirab mengelilingi pohon tersebut. Hal ini juga merupakan pernyataan diri kedua mempelai di depan warga sehingga mereka mendapat restu dari nenek moyang dan juga warga sekitar.

Berikut ini adalah bangunan balai yang ada di Dusun kami Ngino, adapun tempat ini adalah pusat kegiatan perayaan adat Simbah Bergas yang diadakan dalam setiap tahunnya. Adapun selain fungsi tersebut, bangunan ini dijadikan tempat pertemuan serta berbagai acara kampung lainnya. Letaknya yang berada di tengah-tangah kampung ini sayang cocok untuk sebagai tempat berkumpul warga.
Bangunannya sendiri sudah mengalami banyak sekali perubahan dan juga pembanngunan, bangunan Balai ini memang dari jaman dahulu disiapkan untuk kegiatan warga

Upacara Adat Mbah Bregas merupakan Upacara Bersih Desa yang dilakukan di Dusun Ngino Margoagung Seyegan Sleman. Diselenggarakan habis panen dan masyarakat mengenang keteladanan mBah Bregas.

Makna nilai nilai luhur yang terkandung adalah kebersamaan, kewibawaan,dan keteladanan. Untuk lebih jelasnya ikuti uraian dibawah ini.

  1. Nilai luhur kebersamaan dan kegotongroyongan dalam pelaksanaan upacara tradisional dilakukan secara bersama sama seluruh warga masyarakat Ngino, Ngringin dan sekitarnya sebagai perwujudan kekerabatan, persatuan dan kesatuan antar warga tanpa memperhitungkan jumlah dan pengorbanannya demi kelestarian alam dan lingkungannya sebagai anugrah dan keberhasilan dalam olah pertanian dan sebagainya. Sebelum upacara sefuruh warga masyarakat bekerja secara gotong royong membersMan lingkungan dan tempat tempat yang dikeramatkan peninggalan mbah bregas serta tempat pelaksanaan upacara.
  2. Nilai luhur etika dan estetika
    Pelaksanaan upacara tradisional merti desa Mbah Bregas memberikan gambaran dan wawasan mengenai etika pola kehidupan di masyarakat dan estetika dalam keindahan kekhasannya. Generasi muda dan masyarakat memetri dan memahami makna yang terkandung dalam upacara menuju masyarakat tentram, damai dan sejahtera.
  3. Nilai luhur kepribadian dan jati diri.
    Mbah Bregas semasa hidupnya memiliki kepribadian dan jati diri yang kuat, kepribadian tersebut nampak memberikan kesan wibawa, lembah manah, andap asor terhadap sesamanya, kesederhanaan dalam pola kehidupan sehari hari tidak menunjukkan pola hidup yang mewah menyelaraskan dengan kehidupan pedesaan. Sehingga masyarakat menilai dengan kharisma yang luhur.

Adapun hal hal yang telah diwariskan, merupakan orang pertama yang menghuni di pedusunan Ngino dan merupakan penderek Kanjeng Sunan Kalijaga yang mendapat tugas menyebarkan agama di desa Margoagung. Disamping itu bertugas untuk menjaga keselamatan, ketentraman dan kesejahteraan masyarakat Ngino dan sekitarnya.

Kegiatan ini dilaksanakan masyarakat desa Ngino setiap Jumat Kliwon bulan Mei sebagai bentuk manivestasi rasa syukur kepada Tuhan atas perjuangan Mbah Bregas dalam mewujudkan masyarakat yang sejahtera, adil dan makmur.

 

Entry filed under: budaya, Seyegan. Tags: .

Upacara Adat Mbah Bergas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


angan keyen


caretan kecil penaku..
kerusakan lingkungan....
pedihnya kaum minoritas..

My account in facebook

My account in yahoo

My account in twitter

Calendar

July 2015
M T W T F S S
« May    
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Archives

Blog Stats

  • 51,645 hits

Share this blog

Bookmark and Share
Bookmark

Print and pdf

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 5 other followers

blog-indonesia.com
Best regards,

%d bloggers like this: