“Gerakan Hemat Air dengan Aplikasi Teknologi Penampung Air Hujan & Air Air Conditioner (AC) Secara Berkelanjutan”

November 27, 2011 at 3:45 am 1 comment

sumber : dian desa

Kita tidak pernah mengetahui apakah di suatu hari nanti air bersih akan langka dan banyak orang mencarinya dengan susah payah?Dapat dipastikan harga air bersih akan meningkat dengan pesat. Padahal sebenarnya kita sangat membutuhkan air di setiap aktivitas yang akan kita lakukan. Jika semua air tanah di sekitar rumah kita yang biasa digunakan sebagai mencuci baju, mandi, membersihkan motor atau mobil, dan sampai kebutuhan tubuh kita yaitu minum akan tercemar oleh berbagai limbah. Kemana kita akan mencari air bersih tersebut?

Nah, banyak hal yang bisa kita lakukan untuk memecahkan permasalahan tersebut. Hemat air?itu dia jawabannya. Salah satu aplikasi hemat air yang sangat sederhana dan tersedia di sekitar kita yaitu Teknologi Penampung Air Hujan dan Air Air Conditioner (AC). Membuat bak penampung air hujan dan air AC yang dilengkapi oleh keran untuk menyalurkan kebutuhan air adalah cara yang sangat baik untuk memulai gerakan efisiensi air.

Apa definisi Teknologi Penampungan Air Hujan (TPAH) dan Teknologi Air Air Conditioner (AC) (TPAC) adalah wadah untuk menampung air hujan dan air AC sebagai air baku, yang penggunaannya bersifat individual atau skala komunal, dan dilengkapi saringansi. Teknologi ini dapat dimanfaatkan secara individu atau masyarakat secara umum. Teknologi ini juga dapat diterapkan di sebuah perkantoran atau universitas yang mempunyai cakupan wilayah untuk menampung air hujan dan air AC.

Kita tidak perlu menunggu datangnya musim kemarau atau terjadinya kekeringan. Tapi Teknologi TPAH dan TPAC ini dapat kita lakukan setiap hari. Mengingat juga sekarang cuaca tidak dapat diperkirakan, sehingga sistem TPAH dapat berjalan lancar dengan air hujan yang diperoleh setiap hari. Sedangkan teknologi TPAC dapat dilakukan setiap hari dimana air AC diperoleh dari beberapa AC yang digunakan di sebuah perkantoran atau universitas.

Teknologi TPAH dan TPAC yang berkelanjutan yaitu memanfaatkan sumber daya alam secara aman dan dapat digunakan setiap hari dengan tidak mencemari lingkungan atau mengeksploitasi air. Dari segi sosial juga akan memberikan pengaruh besar kepada masyarakat yang akan membiasakan diri dalam menggunakan air hujan dan air AC yang sudah ditampung secara komunal. Teknologi ini juga akan memberikan dampak positif baik kepada masyarakat dalam menggunakan air secara ekonomis dengan tidak membeli air yang dijual atau disediakan pemerintah. Air hujan dan air AC dapat digunakan untuk menyiram tanaman, mandi, mencuci kloset, mencuci kendaraan dan mencuci pakaian.

Penerapan teknologi yang cukup mudah ini kebanyakan masih diabaikan karena atap rumah yang terbuat dari daun rumbia atau alang-alang tidak memungkinkannya. Namun pada rumah yang beratap genteng atau seng bergelombang, hal ini dengan mudah dapat dilakukan dengan memasang talang air sepanjang sisi atap dan mengalirkan air hujan itu ke dalam tempat penyimpanan. Tempat penyimpanan juga diterapkan sistem penyaringan atau filtrasi dimana air hujan atau air AC yang ditampung akan menjadi lebih bersih jika akan digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Keuntungan yang akan didapat dari teknologi ini yaitu dapat menghemat dalam penggunaan air, yang diperoleh dari air yang turun dari langit dan diambil dari proses pengembunan AC. Sedangkan jika kita menggunakan pompa listrik akan menyedot air tanah secara berlebihan dan bisa menyebabkan intrusi air laut.

Ada 7 cara penyimpanan air yang biasa digunakan atau dipakai di daerah pedesaan di Indonesia. Tujuh cara tersebut yaitu :
1) Gentong penampungan air cara cetakan (Kapasitas 250 liter)
2) Drum air cara kerangka kawat (Kapasitas 300 liter)
3) Bak penampungan air bambu semen (Kapasitas 2.500 liter)
4) Bak penampungan air bambu semen (Kapasitas 10.000 liter)
5) Instalasi air bersih pipa bambu metode tradisional
6) Instalasi air bersih pipa bambu sistem pengaliran tertutup
7) Bak penampungan sumber air/mata air

Umumnya penyimpanan air yang digunakan adalah bak penampung yang dibuat dari drum, genteng dan bambu semen. Bahan alami ini digunakan karena relatif murah, tahan lama, konstruksi kuat, mudah dibuat, bahan baku mudah didapat dan air yang ditampung tidak mudah tercemar. Sesuatu yang alami akan menibulkan makna berkelanjutan dengan melihat sisi penggunaan sumber daya alam secara bijak. Semoga teknologi ini dapat diterapkan dan bermanfaat bagi setiap masyarakat yang menggunakannya.

Daftar Pustaka

Rollos, Hans. Tangki air hujan bambu semen. Bandung : Institut Teknologi
Bandung.

Bak penampungan air bambu semen. Yogyakarta : Yayasan Dian Desa.

Entry filed under: lingkungan. Tags: .

Lawan Pemanasan Global Dengan Panen Hujan Aneka Tanaman Alternatif Pembersih Udara

1 Comment Add your own

  • 1. the arry  |  March 4, 2012 at 5:10 am

    sangat bermanfaat sekali terima kasih

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


angan keyen


caretan kecil penaku..
kerusakan lingkungan....
pedihnya kaum minoritas..

My account in facebook

My account in yahoo

My account in twitter

Calendar

November 2011
M T W T F S S
« Aug   Jun »
 123456
78910111213
14151617181920
21222324252627
282930  

Archives

Blog Stats

  • 51,645 hits

Share this blog

Bookmark and Share
Bookmark

Print and pdf

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 5 other followers

blog-indonesia.com
Best regards,

%d bloggers like this: