Aerasi Cascade Pada Reaktor Tanah Laterit

April 11, 2010 at 8:02 am Leave a comment

Tugas akhir     : Pendekatan Analisa Aerasi Cascade Pada Reaktor Tanah Laterit di Rumah Sakit Panti Baktiningsih Ditinjau dari Parameter Dissolved Oksigen (DO)

Disusun oleh   : Slamet Tri Usadha

Jurusan            : Teknik Lingkungan

Fakultas           : Teknik Sipil dan Perencanaan

Universitas      : Islam Indonesia Yogyakarta

Abstraksi

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui perubahan kadar dissolved oksigen pada reaktor tanah laterit dengan pedekatan aerasi tipe cascade di Rumah Sakit Panti Baktiningsih, Dusun Klepu Kidul, Desa Sendangmulyo, Kecamatan Minggir, Kabupaten Sleman, Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Reaktor Tanah Laterit merupakan penggabungan proses filtasi secara fisika oleh tanah laterit yang digabungkan dengan aerasi tipe cascade, instalasi ini merupakan bagian dari sistem DEWATS (Decentralized Waste Water Treatment) hasil kerjasama antara Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan (LPTP) dan Bremen Overseas Research and Development Association (BORDA). Aerasi cascade adalah auatu proses aerasi adalah proses memasukkan udara atau oksigen murni kedalam air dimana dalam proses ini merupakan suatu proses perputaran dimana selapis tipis aliran air kebawah yang diusahakan sedemikian rupa sehingga saling bertemu yang biasanya menggunakan 4-6 tangga. Dissolved Oksigen (DO) adalah jumlah oksigen yang terkandung didalam air. Adanya dissolved oksigen penting adanya karena okigen terlarut ini dibutuhkan oleh semua organisme aquatik. Tanpa adanya oksigen terlarut, banyak mikroorganisme dalam air tidak dapat hidup karena oksigen terlarut digunakan untuk proses degradasi senyawa organik dalam air.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perubahan kadar dissolved oksigen pada Rumah Sakit dengan pendekatan aerasi tipe cascade, dan juga memperbandingkan antara penelitian dengan aplikasi yang telah dilakukan.

Pengambilan sampling dilakukan pada pukul 09.00 WIB dan pukul 13.00 WIB pada bak inlet, bak ketiga, dan bak outlet selama tujuh hari berturut-turut. Penelitian yang dilakukan merupakan aplikasi desain dilapangan. Pengujian statistiknya menggunakan T-test Two-Sample Assuming Equal Variances.

Kadar DO pada pukul 09.00 WIB dan pada pukul 13.00 WIB tidak mengalami perbedaan yang signifikan meski pada debit yang maksimum dan minimum. Nilai rata-rata kenaikan dissolve oksigen adalah 0,923229 mg/L. Rendahnya nilai oksigen terlarut karena adanya aliran upflow pada bak adsorben, sehingga derajat turbulensinya rendah. Perbedaan dimensi desain dengan aplikasi lapangan tidak banyak berpengaruh pada kenaikan kadar DO.

Kata kunci :  aerasi cascade, DEWATS, limbah cair Rumah Sakit PantiBaktiningsih, dissolve oksigen (DO)

Entry filed under: keilmuan, lingkungan. Tags: .

Lingkungan Hidup Lubang Biopori

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


angan keyen


caretan kecil penaku..
kerusakan lingkungan....
pedihnya kaum minoritas..

My account in facebook

My account in yahoo

My account in twitter

Calendar

April 2010
M T W T F S S
« Feb   May »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Archives

Blog Stats

  • 51,645 hits

Share this blog

Bookmark and Share
Bookmark

Print and pdf

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 5 other followers

blog-indonesia.com
Best regards,

%d bloggers like this: