Alm Gus Dur dan Lingkungan Hidup: JANGAN GADAIKAN PAPUA

April 8, 2010 at 2:08 am Leave a comment

Alm Gus Dur dan Lingkungan Hidup: JANGAN GADAIKAN PAPUA

(KLH). Tanggal 30 Desember 2009, K H Abdurrahman Wahid yang akrab disapa “Gus Dur,” kembali ke pangkuan Sang Al Khalik, meninggalkan kita semua. Kepergiannya tidak hanya menorehkan duka mendalam di hati bangsa Indonesia, tapi juga bagi masyarakat dunia. Meski cukup lama hidup dalam kondisi fisik yang rapuh karena dirongrong penyakit, tekadnya tidak pernah surut. Ia terus berkarya, demi tegaknya nilai-nilai kemanusian yang haikiki dan universal yang tercermin dalam sikapnya yang tegas dan konsisten menghargai pluralitas dan berpihak kepada mereka yang tertindas dan terpinggirkan.

Dengan bentuk yang sederhana dan tak jarang dibalut dengan humor, Gus Dur hadir dengan ide-ide segarnya, yang kerap dianggap kontroversial dan melawan arus. Penilaian semacam ini tentu ada benarnya. Sebab gagasan-gagasan yang diutarakannya sering melompat mendahului jaman, sehingga manfaatnya baru akan dapat dirasakan beberapa tahun kemudian.

Disaat menjabat Presiden RI, misalnya, Gus Dur melakukan terobosan dengan lahirnya Kementerian Negara Kelautan dan Eksplorasi Perikanan, yang disadari atau tidak telah mendorong bangsa ini menggali kembali potensi kehidupan di dunia maritim antara lain dengan penyelenggaraan World Ocean Conference (WOC) di Manado setahun silam. Dalam berbagai kesempatan, putera pertama K H Wahid Hasjim dan cucu K H Hasyim Asy,ari ini mengingatkan pentingnya hubungan manusia dengan lingkungan hidup. “Sebagian besar wilayah Indonesia adalah perairan laut, karena itu masyarakat kita seharusnya dapat hidup layak dari sumber daya alam yang tersedia di laut,” kata Gus Dur pada salah satu seminar di tahun 1992.

Tapi dari sekian banyaknya ide-ide yang ia sampaikan yang berhubungan dengan pelestarian lingkungan adalah tentang pentingnya pelestarian lingkungan hidup dijadikan bagian dari program partai politik. “Pelestarian lingkungan tidak cukup hanya dimasukkan ke dalam program pembangunan nasional, tapi seharusnya menjadi program dari semua partai politik. Sebab pelestarian lingkungan adalah hal penting bagi kehidupan rakyat,” kata Gus Dur di depan ratusan santri dan undangan yang menghadiri acara penanaman 999 pohon Jati Mas di Pondok Pesantren Al-Falakiyah Pagentongan Bogor, tahun 2007 silam.

Pada saat itu ia mengingatkan para ulama dan santri bahwa beribadah kepada Allah SWT, tidak cukup dengan dzikir lafli tapi juga firli atau dzikir yang berdasarkan amal perbuatan. Salah satu perbuatan yang baik adalah memelihara lingkungan hidup dengan baik, seperti memelihara dan mengelola hutan dengan baik.

Jika hutan dikelola dengan baik, kata Gus Dur, maka hutan pun akan memberikan manfaat bagi kehidupan masyarakat. Dalam tausiyahnya Gus Dur meberikan contoh negara Swedia yang berhasil memelihara hutan dengan baik.

“Swedia itu, satu negara kecil dengan hutan yang terbatas. Tapi rakyatnya dapat hidup dari hasil hutan karena mereka mengelola sumber daya alam dengan baik. Sementara Indonesia, negara yang kaya sumber daya alam hutan, selalu dikalahkan oleh penebangan liar atau illegal loging,” kata Gus Dur.

Karena itu, kata Gus Dur, jika bangsa Indonesia bertekad menjadi bangsa yang besar, maka pertama-tama harus bisa mencegah kerusakan lingkungan. Penanaman pohon yang bermanfaat harus digalakkan, sebab tidak hanya berguna bagi pelestarian lingkungan, tapi juga dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat. Dijelaskannya, ia akan membagi-bagikan bibit pohon Jati Mas, karena selain baik untuk lingkungan juga memberi manfaat ekonomi bagi yang menanamnya.

“Jika saat ini kita mulai menanam pohon Jati Mas, maka delapan tahun kemudian, pohon-pohon itu bisa membiayai pendidikan anak-anak kita,” kata Gus Dur. Dua pohon Jati Mas yang bertumbuh dengan bagus, pada saatnya sudah bisa membiayai perjalanan haji. Tiga pohon dapat membiayai kehidupan keluarga.

Karena itu, penanaman pohon di lingkungan pondok pesantren harus digalakkan karena dengan demikian biaya pembangunan akan jadi murah.

Mengenai pemeliharaan lingkungan sebagai satu program politik, kata Gus Dur, itu bisa diterapkan dalam kegiatan partai politik dan juga melalui lembaga legislatif dan eksekutif. “Partai politik seyogyanya menjadi green party artinya ikut bertanggung jawab memelihara lingkungan,” kata Gus Dur. Partai-partai politik dapat menugaskan seluruh jajaran organisasinya untuk melakukan penanaman pohon yang berguna bagi para anggota partai, disamping terus menerus mengawal pembangunan dengan memperhatikan keberlangsungan lingkungan hidup, baik di lingkungan eksekutif maupun di legislatif.

Hal ini penting sebab menurut Gus Dur tingkat kerusakan lingkungan di tanah air saat ini sudah sangat tinggi. Pembalakan liar, misalnya, tidak hanya menimbulkan kerugian negara hingga trilyunan rupiah, tapi juga memicu bencana banjir yang menelan korban di kalangan rakyat kecil. Begitu pula dampak pencemaran laut yang membawa kerugian bagi para nelayan.

Berbagai permasalahan tersebut jelas tidak mungkin teratasi dengan pendekatan yang tambal sulam. “Indonesia membutuhkan strategi penyelamatan lingkungan hidup yang dapat dijalankan oleh seluruh rakyat secara bersama-sama dan berkesinambungan,” kata Gus Dur. Untuk mengatasi masalah tersebut, kebijakan pembangunan mesti berpihak kepada kepentingan masyarakat dan lingkungan. Mereka yang duduk di lembaga eksekutif dan legislatif harus membela kepentingan lingkungan hidup. Begitu pula organisasi kemasyarakatan.

Karena itu, penyerahan 999 bibit pohon Jati Mas untuk di tanam di wilayah Bogor, dapat dijadikan titik awal bagi semua pihak untuk lebih peduli pada lingkungan hidup. Oleh Gus Dur, bibit Jati Mas itu secara simbolis diserahkan kepada Pondok Pesantren Al Falakkiyah Pagentongan, Pondok Pesantern Al Idrisiyah Rancamaya, Pondok Pesantren Al Riyadh Katulampa, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kota dan Kabupaten Bogor, Padepokan Lembah Ciparaing Salak, Keluarga Mahasiswa NU Institut Pertanian Bogor (IPB), YIC Al Ghozali, LSM INFEDS, Perkumpulan Ghiroh, Forum Reksawana Tani (Foresta), Foksikal Bogor, Perhimpunan Mahasiswa Katolik RI Cabang Bogor dan Gereja Huria Kristen Indonesia (HKI) Pondok Gede Bekasi.

Menurut Gus Dur, ia akan berusaha menyerahkan bibit tanaman untuk penghijauan, baik kepada lingkungan pesantren maupun bagi masyarakat luas ke seluruh Indonesia. Namun, kata Gus Dur, untuk pertama ia sengaja memilih wilayah Bogor Jawa Barat, sebab Bogor merupakan pusat pertanian dan konservasi tanaman. Diharapkan para ilmuan yang ada di Bogor dapat menentukan jenis tanaman yang cocok untuk pelestarian lingkungan dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat yang menanamnya.

Partai Hijau

Gus Dur juga menegaskan pentingnya gerakan hijau dalam partai politik. Tapi gerakannya bukan gerakan politik melainkan gerakan kultural, murni untuk penyelamatan lingkungan, bukan gerakan politik untuk “menyerang” pemerintah.

Jadi konsep partai hijau (green party) yang dimaksud Gus Dur berbeda Partai Hijau yang ada di Barat yang politis, ingin jatuhkan presiden,” kata Gus Dur pada acara dalam Deklarasi Hijau Untuk Menyelamatkan Lingkungan yang digelar di Kuta, Bali, Selasa 27 Pebruari 2007, silam.

Menurut mantan Presiden RI ke 4 ini, batasan antara gerakan kultural dan gerakan politik memang sangat samar, namun bukan berarti tidak bisa dibedakan. “Memang agak membingungkan. Sekedar contoh, ketika LSM menyoroti kasus pencemaran di Buyat, itu kultural atau politis. Kalau untuk membela hak rakyat itu kultural, tapi kalau larinya mau menjatuhkan presiden tentu politis,” katanya.

Oleh karena itu, Gus Dur menekankan tiga hal sebagai rambu-rambu yang harus diperhatikan partai politik dalam memasuki masalah lingkungan.

Pertama, partai politik mesti menggali nilai-nilai budaya dan tradisi lokal yang terkait dengan pemeliharaan lingkungan. Kedua, tidak mempolitisasi isu lingkungan. Ketiga, memperhatikan kondisi Indonesia yang saat ini masih serba transisional.

Untuk penyelamatan lingkungan hidup, Gus Dur sempat meminta pemerintah memutus kontrak karya dengan perusahaan tambang migas dan non migas di hutan dan kawasan lindung. Selain itu, ia juga meminta pemerintah memberlakukan jeda tebang hutan (moratorium logging) hingga 20 tahun yang diikuti dengan restorasi kawasan hutan, serta mengkaji dan mencabut semua peraturan yang berpotensi merusak lingkungan dan sumber daya alam.

Jangan Gadaikan Masa Depan Papua

Peristiwa menarik mengenai kiprah Gus Dur dengan lingkungan hidup adalah ketika mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Henry Kissinger, datang ke Indonesia menemui Presiden RI K H Abdurrahman Wahid untuk membicarakan masalah PT Freeport di tahun 2000. Dengan gaya intimidatif, Henry Kissinger menekan Gus Dur agar menghormati Kontrak Karya antara Pemerintah Indonesia dengan PT Freeport yang dibuat pada era Presiden Soeharto.

“Jika Pemerintah Indonesia tidak menghormati kontrak karya yang dibuat pada era Presiden Soeharto, maka tak akan ada investor yang mau datang ke Indonesia,” kata Henry Kissinger waktu itu. Pernyataan ini diprotes oleh berbagai LSM Indonesia karena dianggap sebagai tindakan yang tidak patut, karena mengintimidasi Presiden RI yang terpilih secara demokratis.

Ancaman mantan Menlu AS keturunan Yahudi ini tidak digubris oleh Gus Dur. Ia tetap meminta instansi terkait untuk mengevaluasi kembali kontrak kerja PT Freeport, dengan satu pesan: “Jangan Gadaikan Masa Depan Papua !””

“Selamat Jalan Gus Dur !”

Entry filed under: lingkungan. Tags: .

Sejarah Kota Pacitan Lingkungan Hidup

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


angan keyen


caretan kecil penaku..
kerusakan lingkungan....
pedihnya kaum minoritas..

My account in facebook

My account in yahoo

My account in twitter

Calendar

April 2010
M T W T F S S
« Feb   May »
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

Archives

Blog Stats

  • 51,645 hits

Share this blog

Bookmark and Share
Bookmark

Print and pdf

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 5 other followers

blog-indonesia.com
Best regards,

%d bloggers like this: