Bisikan Lirihku

January 8, 2010 at 5:06 pm Leave a comment

Bisikan Lirihku

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari perbuatan mereka agar mereka kembali”. Bumi Indonesia terkoyak. Negeri beribu pulau yg indah permai tiba-tiba menjadi negeri yg kaya akan musibah. Tidak hanya di daratan tidak hanya di lautan di udara pun ada musibah. Ketika hujan tertahan dari langit Indonesia kekeringan.

Beberapa tempat lain kekurangan air, petani menjerit, hujan kemudian turun. Tiba-tiba beberapa daerah disiarkan televisi mengalami banjir bandang, belum kering luapan banjir dan permukiman kebakaran. Sebuah pemandangan yg tampak ironis. Betapa tidak? api dan air mengamuk bersama di indonesiaku tercinta. Kerugian ditaksir mencapai triliunan rupiah. Bukan hanya kerugian ekonomi yg diperkirakan dampak sosial psikologis dan keamanan turut menghantui. Giliran laut “unjuk gigi” beberapa daerah dicekam tsunami, alat transportasi air pun tak luput dari amukan sang laut. Kapal karam krn kerusakan mesin. Puluhan korban berhasil dievakuasi. Selebihnya belum diketahui nasib dan rimbanya karena pemerintah memutuskan penghentian pencarian korban. Udara tak ketinggalan. Belum sepi langit Indonesia dari batuk dan muntahan lahar beberapa gunung berapi, alat transportasi udara pun pun jatuh. Pesawat udara jatuh dibeberapa daerah karena cuaca, mesin yang sudah tua dan kelalaian para penggunanya. Ini belum cerita soal tanah longsor gagal panen padi petani gagal panen ikan tambak akibat banjir kecelakaan kereta api dan ditambah lagi robohnya beberapa gedung karena kontruksinya yang kurang kuat. Dan pemerintah pun sibuk mengurusi masalah politik yang mementingkan golongannya demi stabilitas golongannya. Mereka rela memaki sesama manusia demi kenyamanan kedudukannya. Demikian masalah datang bertubi-tubi. Inilah ujian dari-Nya.

Anak Bangsa yg memiliki nurani turut prihatin sedih dan pilu. Namun cukupkah kita tenggelam dalam kesedihan dan kesedihan? Peristiwa demi peristiwa semestinya menjadi bahan introspeksi ada apa dengan musibah? Adakah yang salah dengan diriku masyarakatku pemimpinku? Perhatikan firman Allah yang Maha Kuasa “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari perbuatan mereka agar mereka kembali”. Kerusakan di darat dan di laut disebabkan ulah anak manusia. Ibnu Katsir menuliskan makna “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia”. adalah seperti kurangnya panen pada tanaman dan tumbuhan yang disebabkan karena kemaksiatan. Abul ‘Aliyah berkata “Barang siapa bermaksiat kepada Allah di muka bumi maka sungguh ia telah merusak bumi karena baiknya bumi dan langit adalah dengan ketaatan”. Padahal umumnya manusia sekarang akrab dengan maksiat.

Perbuatan menampilkan aurat “adalah boleh katanya” sebatas itu untuk mencari nafkah. Dan ketika syahwat memuncak manusia sering kehilangan akal sehatnya. Pada pembenaran untuk hal yang salah “adalah boleh katanya” sebatas untuk keuntungan banyak orang. Pada level pemimpin bangsa mengabaikan amanah baik amanah yang menyangkut hak Allah maupun hak rakyat. Hak Allah yg diabaikan adalah hukum-hukum-Nya yang tidak ditunaikan sedangkan hak rakyat yang diabaikan adalah hak untuk diayomi dilindungi dan disejahterakan. Para pejabat justru mengeksploitasi rakyat bak sapi perahan. Rakyat seperti komoditas yg bernilai jual tinggi. Semua demi kekuasaan dan kekayaan baik untuk pribadi maupun kelompok. Betapa banyak pejabat menjadi kaya raya yang melampaui gajinya berumah megah bermobil mewah. Sementara bagi rakyat mencari sesuap nasi harus dengan kerja keras sepanjang hari. Untuk makan saja harus “senin-kamis” itu pun masih ditingkahi kenaikan harga yang terus menerus naik. Soal korupsi, sedemikian canggihnya hingga tindak korupsi di Indonesia sulit dibuktikan secara hukum. Penegaknya pun ikut-ikutan korupsi.

Hadis berikut patut dicamkan. Dari Ibnu Umar bahwa Rasulullah saw. bersabda “Hai golongan Muhajirin ada lima perkara jika kamu ditimpa atau ia terjadi di lingkunganmu-saya berlindung kepada Allah jika hal itu terdapat di antaramu. Bila suatu kaum melakukan perzinaan secara terang-terangan mereka akan diserang penyakit yang belum pernah dialami oleh nenek moyang mereka. Bila mereka mengurangi timbangan dan takaran mereka akan dihukum dengan kepapaan dan kemiskinan serta kelaliman dari pihak penguasa. Bila mereka enggan membayar zakat harta mereka mereka akan terhalang beroleh hujan dari langit kalaulah bukan karena hewan ternak tiadalah mereka akan pernah diberi hujan. Bila mereka melangar janji Allah dan janji Rasul-Nya mereka akan dijajah musuh dari bangsa lain yg akan merampas sebagian kekayaan mereka. Bila pemimpin mereka tidak menjalankan hukum-hukum yg tertera dalam kitabullah maka silang sengketa akan berkobar di antara mereka”. Fenomena sosial ini menghajatkan perubahan. Tentu bukan perkara mudah mewujudkannya. Harapan tinggal tertumpu kepada pemilik nurani yg berpihak kepada kebenaran dan keadilan.

Kuncinya sabar dan istiqamah. Tidak lelah dalam menyuarakan seruan moral selirih apa pun suara itu. Tulisan ini adalah suara lirih itu. Dengan harapan seruan itu dapat menghadang laju percepatan kemungkaran karena kemungkaran yg berlarut menjadi sumber bencana. Ketika bencana tiba kadang ia tidak mengenal lagi mana orang baik dan mana orang buruk. Bukankah Rasulullah saw. bersabda “Tidaklah suatu kaum yang kemaksiatan dilakukan di tengah-tengah mereka padahal mereka lebih kuat dan besar jumlahnya dari yang melakukannya namun tidak mengubahnya kecuali Allah timpakan azab untuk mereka secara umum”. Semoga musibah yg menimpa bangsa ini menyadarkan kita untuk kembali ke jalan Allah Ta’ala sebagaimana bunyi dari akhir ayat di atas “. Supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari perbuatan mereka agar mereka kembali”. (AnganKeyen Mapala Unisi)

Entry filed under: lingkungan. Tags: .

Pernah terpikirkan kah hal yang biasa anda lakukan sangat membantu perusakan lingkungan. Perlindungan lingkungan hidup berdasarkan Islam

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


angan keyen


caretan kecil penaku..
kerusakan lingkungan....
pedihnya kaum minoritas..

My account in facebook

My account in yahoo

My account in twitter

Calendar

January 2010
M T W T F S S
« Dec   Feb »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
25262728293031

Archives

Blog Stats

  • 51,645 hits

Share this blog

Bookmark and Share
Bookmark

Print and pdf

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 5 other followers

blog-indonesia.com
Best regards,

%d bloggers like this: