Melepas Jenuh Menuai Kepuasan

March 15, 2008 at 7:46 pm 1 comment

Melepas Jenuh Menuai Kepuasan.


Suhu 30 derajat celcius, pada 122 mdpl, disuatu tempat di sekitaran Toko Buku Gramedia, titik awal keberangkatan kami. yang bermula dari obrolan kejenuhan di angkringan kejenuhan dari keseharian kami, laporan yang belum selesai, evaluasi tiga bulan yang didepan mata, kerjaan yang menumpuk, juga masalah jadi mandor di tempat yang ndeso alias katrok yang gak ada hiburannya.

Bak pandawa lima yang dengan berbagai kelebihannya yang siap menghadapi perang Bharatayuda. Mulanya kami akan bergerak dengan lima personel yang gagah dengan berbagai style, berbagai karakter, yang siap menaklukkan sebuah bendungan yang nota benenya pemandangan bawah airnya bagus. Namun salah satu rekan tidak bisa mengikuti program Lepas Jenuh Menuai Kepuasan ini karena suatu urusan pribadi yang tak tergadaikanwahaha macam surat izin aja

Persiapan sudah kami lakukan mulai mempersiapkan alat-alat yang kami bawa, pakaian ganti, dan tentunya logistik. Setelah menceklist – alat yang kami bawa, ternyata ada beberapa alat yang kurang lengkap, namun kami tidak ambil pusing segera kami menuju unit selam UGM guna melengkapi kekurangan.

Dengan Land Rover plat R, milik salah satu orang yang getol mainan internet dan doyan banget ma diving ini. kami meluncur untuk menyewa alat, masker selam, BCD, Fin, serta Tabung Oksigen.

Dirasa lengkap kamipun bergerak menuju titik koordinat yang kami tuju, daerah Klaten, deket komplek Kandang Menjangan, nama ngetrend kopasus daerah Klaten, Daerah Cokro, dusun Ponggok. Dengan GPS GARMIN 76 CSX, kami plot arah pergerakan kami. Sebenarnya kami was-was juga menggunakan GPS takut kalo tidak ada satelit yang ketangkep ma GPS kami, maklum GPS akan mengalami trouble disuatu tempat yang tidak terjangakau satelit, dan juga skill kami yang minim dalam pengoperasian GPS secara maksimal beda dunk sama temen yang kuliahnya mengupas abis tentang ilmu Bumi pasti mempelajari GPS (Global Positioning System) dengan mendalam.

Brum..brum..kami bertolak dari UGM sekitar pukul 08.15 WIS (Waktu Indonesia Suunto).

Sepanjang jalan kami benar-benar menikmati perjalanan, bersama kegagahan Land Rover, namun rentan mogok hehe. Rata-rata para pengguna jalan menuju tempat tujuan kami, pandangan mata orang tidak lepas kepada kami, mungkin kami menaiki Land Rover yang udah yang catnya udah ngelupas kali, ato memang kami kepedean. mungkin dikira tentara tapi koq pengendaranya lusuh-lusuh dan gondrong.wakakak..(dasar narsis).

Entah di daerah apa, yang pasti seputaran delanggu kami belok kiri. ngikut arah yang ditunjukan mata sang GARMIN 76CSX menuju arah Cokro, Ponggok.

Tiba-tiba bip..bip..bip.. tanda dari sang mata dia kelaparan, abis batere, maklum sang GARMIN habis nemenin para panglima, para dewa perang merambah Gunung Lawu. akhirnya splashlayar berwarna sang mata tidak tampak lagi, hanya layar keperakan yang ditunjukkan oleh sang mata. Namun kami berempat tidak berpendek akal kami masih mempunyai ajian yang bisa di bilang mumpuni IMTP (Ilmu Medan Tanya Penduduk) ajian katrok seh, ajian gak elite.

Rumah-rumah megah berganti dengan padi menghijau, beberapa petani membawa karung berisi rumput untuk pakan ternaknya dengan menaiki sepeda onta (sepeda jaman dulu) yang kini dah jadi langka. Beberapa kali Land Rover plat R, berhenti dipinggiran sawah menanya mana daerah yanga kami tuju. Dengan menunjukkan arah mata angin suatu ciri khas masyarakat desa untuk memberitahukan suatu daerah.

Selang 10 menit kemudian mendaratlah kami di tempat tujuan.

Tabung gas kami pikul keluar, bergantian, kemudian BCD dan berbagai peralatan pendukung kami.

Pukul 09.30 ber basecamp di sebuah warung soto. Setelah streching beberapa saat, peralatan satu persatu kami rangkai. Tabung oksigen dirangkai dengan BCD Mares dengan arah moncong yang mengeluarkan gas membelakangi kita kemudian rangkaian Regulator Mares, Octopus Mares dan Console kami rangkaikan pada tabung gas. Regulator adalah alat yang digunakan ketika kita bernafas didalam air. Dan Oktopus, ibarat terju paying adalah paying cadangan, peralatan cadangan kami apabila Regulator macet. Konsole merupakan alat untuk mengetahui berapa jumlah oksigen yang berada di tabung kami serta alat untuk mendeteksi kedalaman air yang telah kita selami. Untuk menahan dingin karena nantinya kami akan bermain air lama kami mengenakan Wet Suit Oceanic.

Konsole di hadapkan kebawah ketika keran tabung gas dibuka sebagai antisipasi apabila console yang kita gunakan sudah rusak, meledak. Fin dan Mask dipersiapkan ketika sudah mau menuju tempat penyelaman. Fin merupakan sebutan keren buat si kaki katak. Dan mask adalah kaca mata selam. Namun tidak segampang yang saya kira ternyata banyak hal dasar yang perlu dipelajari terlebih dulu sebelum menyelam beberapa kode memakai jari yang mengisyaratkan hal tertentu. Pemberat 10 kg dipasang pada pinggang kami untuk menambah berat badan kami agar tenggelam.

Next lesson, mask clearing merupakan sebutan apabila mask kita berembun karena nafas kita kemudian kita lakukan pembersihan dengan memanfaatkan air dan hembusan nafas dari hidung. Kemudian di kenalkan dengan deeplate ataupun inplate sebagai sebutan menyelam atau mengapung. Dipelajari juga bagaimana melepas masker didalam air, melepas BCD dan tabung didalam air kemudian memakainya kembali.

Tahap training singkatpun dilalui, kemudian kami mulai menyelam mengelilingi bendungan tersebut, terlihat segerombolan berbagai jenis ikan berlarian. Lumut yang hijau, yang berbatasan dengan pasir yang menyembul keatas karena gerakan kami. Gradasi yang indah. Bermain-main hingga sore selain itupun batas oksigen sudah menunjukkan angka 50 artinya udah mau habis.

Kepuasan telah diraih suntuk, BT pun sirna. Setelah beristirahat sebentar kemudian kami mulai packing persiapan menuju titik awal kami……..

Maap jika ceritanya terlalu berlebihan tapi memang ini pengalaman kali pertama saya bernafas didalam air….

.:: Angan Keyen ::.

Entry filed under: jalan jalan. Tags: .

Traveling At Ambon Mahasiswa Pecinta Alam Merupakan Pioner Pelestari Lingkungan Hidup

1 Comment Add your own

  • 1. ngabdul  |  January 8, 2009 at 8:56 am

    Fotomu sing ngantux kok ra dipasang? (kancane jatu)

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


angan keyen


caretan kecil penaku..
kerusakan lingkungan....
pedihnya kaum minoritas..

My account in facebook

My account in yahoo

My account in twitter

Calendar

March 2008
M T W T F S S
« Feb   May »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  

Archives

Blog Stats

  • 51,645 hits

Share this blog

Bookmark and Share
Bookmark

Print and pdf

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 5 other followers

blog-indonesia.com
Best regards,

%d bloggers like this: