Tuk Si Bedug

Tuk Si Bedug menurut sumber setempat merupakan salah satu petilasan peninggalan Mbah Bergas. Mbah Bergas adalah satu tokoh penyebar agama Islam yang populer di seputaran wilayah Seyegan. Menurut sumber setempat, pada suatu ketika Mbah Bergas berkelana untuk menyiarkan agama Islam bersama pengikut-pengikutnya. Ketika sampai di suatu tempat yang sekarang bernama Dusun Mranggen, waktu telah menunjukkan saat shalat dhuhur yang oleh orang Jawa dikenal sebagai saat bedug. Ketika akan mencari air di tempat itu untuk berwudhu, Mbah Bergas tidak mendapatkannya. Oleh karena itu, ia pun menancapkan tongkatnya ke tanah. Ketika tongkat dicabut, memancarlah air jernih dari dalam tanah itu. Dengan air itulah Mbah Bergas dan para pengikutnya wudhu. Oleh karena peristiwa terjadinya sendang atau tuk (mata air) itu pada saat bedug, maka tuk itu kemudian dikenal dengan nama Tuk Si Bedug. Tuk Si Bedug ini pada masa Selokan Mataram belum dibangun merupakan salah satu sumber air yang diandalkan oleh penduduk sekitar baik untuk kebutuhan sehari-hari ataupun untuk mengairi persawahan. Guna memperingati jasa Mbah Bergas dalam syiar agama Islam dan pembuatan Tuk Si Bedug ini, maka pada bulan-bulan tertentu di tempat ini diadakan Upacara Merti Tuk Si Bedug. Upacara tersebut berupa perarakan gunungan yang terbuat dari hasil bumi (pertanian) dan gunungan kue cethil. Keduanya itu merupakan bentuk ucapan syukur atas panen yang diperoleh warga. Selain itu juga sebagai wujud permohonan agar panen berikutnya dapat berhasil dan warga setempat diberi keselamatan serta kesehatan. Kue cethil menjadi ubarampe (keengkapan) yang tidak pernah ditinggalkan dalam upacara tersebut karena kue cethil merupakan makanan kecil yang hampir selalu dijajakan di seputar Petilasan Pamidangan Grogol yang keletakannya tidak jauh dari Tuk Si Bedug. Jika Petilasan Pamidangan Grogol adalah tempat penguburan guguran (rontokan) rambut Mbah Bergas, maka Tuk Si Bedug adalah mata air yang dibuat dari tancapan tokoh tersebut. Oleh karena hubungan semacam itu kirab dalam Upacara Tuk Si Bedug hampir selalu disatukan rutenya hingga ke Pamidangan Grogol.

http://navigasi-budaya.jogjaprov.go.id/heritage/cerita-rakyat/493#

sumber:http://navigasi-budaya.jogjaprov.go.id/heritage/cerita-rakyat/493

Advertisements

September 7, 2017 at 3:27 am Leave a comment

Upacara Adat Mbah Bergas yang ada di Ngino

Tiap wilayah di Jogja memiliki tradisi unik yang mampu mengundang para wisatawan untuk datang dalam setiap perhelatan. Salah satu agenda tahunan yang banyak dinanti adalah Upacara Adat Mbah Bergas yang ada di Ngino, Desa Margoagung, Kecamatan Seyegan, Sleman.

 

Kegiatan ini intinya sama seperti yang lain. Sebagai ungkapan atas rasa syukur untuk nikmat dan kelimpahan rizki yang diberikan Tuhan pasca panen. Bersih desa menjadi agenda wajib yang tak boleh terlewatkan. Selain itu banyak prosesi yang dinanti oleh masyarakat sekitar.

Berbagai ajaran tentang kehidupan diajarkan oleh Mbah Bergas. Mulai dari sikap gotong royong, saling menghormati dan menghargai, sikap rendah hati, dan lain-lain. (more…)

July 7, 2015 at 8:48 am Leave a comment

Upacara Adat Mbah Bergas

Bersih Desa Untuk Menyambut Rejeki Tahun Depan, Sleman – Yogyakarta

Terkadang, kebiasaan yang dilakukan oleh seseorang dimasa lampau masih diteruskan dan dilaksanakan hingga kini karena mengandung pesan dan filosofi tinggi. Upacara Mbah Bergas adalah salah satu upacara adat yang masih dilakukan hingga sekarang. Hanya saja, anda tidak dapat datang begitu saja menyaksikan upacara meriah karena acara ini dilakukan satu tahun sekali. Dan jika anda masih penasaran kapan upacara adat Mbah Bergas dilangsungkan, maka anda pun diwajibkan untuk membuka kalender yang masih menerapkan sistem penanggalan Jawa, seperti ; Kliwon, Wage, Pon, dan Pahing, Legi. (more…)

July 7, 2015 at 8:45 am 1 comment

Kadipiro Margodadi Seyegan Sleman: Eraku Dulu Hingga Sekarang

Beberapa daerah di Yogyakarta mungkin mempunyai persamaan dengan nama dusun ini. Sebagai salah satu dusun yang berada di Desa Margodadi, kadipiro memang mempunyai banyak persamaan dengan dusun di sekitarnya. Topografi daerah ini di dominasi oleh bentangan lahan persawahan. Walupun seiring dengan perkembangan jaman, lahan tersebut semakin lama berkurang dengan desakan kebutuhan hunian. (more…)

July 7, 2015 at 8:32 am Leave a comment

15 Tanaman Pembersih Udara

15 Tanaman ini dapat membersihkan udara di rumah anda dengan biaya super  murah seharga beberapa gelas air siraman. Dapat membuat udara di rumah lebih bersih dan nyaman, mengurangi zat zat berbahaya seperti formaldehyde, amoniak, benzene,  karbon monoxida, nitrogen monoksida, dan mengurangi polusi dengan menanam tanaman tanaman berikut di dalam pot dan tempatkan di dalam rumah.  15 jenis tanaman berikut merupakan jenis tanaman yang paling efektif untuk membersihkan udara di dalam rumah, menurut hasil penelitian NASA dan beberapa ilmuwan diantaranya Dr. Wolverton PHD. Penempatan  beberapa tanaman ini di dalam rumah sebagai pembersih udara.  Ketika rumah masih bau cat, lemari2nya masih ‘bau toko’.  Secara ilmiah rumah dan furniture kami masih mengandung zat2 seperti formaldehyde, benzene dalam kadar tinggi.  (more…)

July 7, 2015 at 8:25 am Leave a comment

Tiga Gunung di Seyegan

Kecamatan Seyegan memiliki tiga buah gunung yang sangat berpotensi menjadi obyek wisata. Salah satunya adalah Gunung Ngampon setinggi 400 meter yang ada di Dusun Japanan, Desa Margodadi, lokasinya sangat cocok untuk trackking atau berkemah, lokasi itu sering digunakan mahasiswa dan pelajar untuk berkemah. Lokasi tersebut juga cocok digunakan untuk acara pertemuan (gathering) di tempat terbuka, sehingga lokasi yang nyaman menjadi tempat tujuan yang banyak dicari. (more…)

July 7, 2015 at 6:46 am Leave a comment

Batu Akik Kalsedon Permata dari Pacitan

Batu akik jenis kalsedon adalah termasuk salah satu jenis batu akik yang paling banyak diburu. Batu akik jenis ini  di dunia internasional biasa dikenal dengan chalcedony.

Tidak hanya di Indonesia, batu akik kalsedon juga begitu diminati oleh pehobi dari manca negara karena selain warnanya indah batu mulia jenis ini memiliki tingkat kekerasan sampai 7 skala Mohs. Batu yang di daerah asalnya akrab disebut dengan batu keladen ini pertama ditemukan di pacitan Jawa Timur oleh seorang ahli batu akik . Berikut ini uraian lengkap batu akik kalsedon atau keladen. (more…)

May 26, 2015 at 2:18 am Leave a comment

Older Posts


angan keyen


caretan kecil penaku..
kerusakan lingkungan....
pedihnya kaum minoritas..

My account in facebook

My account in yahoo

My account in twitter

Calendar

October 2017
M T W T F S S
« Sep    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031  

Archives

Blog Stats

  • 55,902 hits

Share this blog

Bookmark and Share
Bookmark

Print and pdf

Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 5 other followers

blog-indonesia.com
Best regards,